"SELAMAT  DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH DESA TEMON WETAN"

Bagi penduduk usia 23 tahun keatas yang belum melakukan perekaman agar segera  melakukan perekaman KTP-el. Apabila sampai dengan 31 Desember 2018 belaum rekam KTP-el, data kependudukan yang bersangkutan akan dibekukan oleh pemerintah pusat.Resikonya, tidak bisa menikmati berbagai pelayanan publik seperti layanan BPJS, layanan kepolisian, layanan pertanahan dan pelayanan publik lainnya.

 

  Sejarah Desa

PEMERINTAH KALURAHAN TEMON WETAN 18 Februari 2019 14:47:54

      Sejarah Desa

      Asal Usul desa/ legenda desa

Setiap desa atau daerah pasti memiliki sejarah dan latar belakang tersendiri yang merupakan pencerminan dari karakter dab pencirian khas tertentu dari suatu daerah. Sejarah desa atau daerah sering kali tertuang dalam dongeng – dongeng yang diwariskan turun temurun dari mulut ke mulut sehingga sulit dibuktikan secara fakta dan tidak jarang dongeng tersebut dihubungkan dengan mitos – mitos tertentu yang dianggap keramat. Dalam hal ini, Desa Temon Wetan juga memiliki hal tersebut yang merupakan identitas dari Desa yang akan kami tuangkan dalam kisah di bawah ini.

Legenda Terjadinya Pedukuhan Temon

Pedukuhan Temon adalah salah satu Pedukuhan dari tujuh pedukuhan yang ada di Desa Temon Wetan. Pedukuhan Temon terletak di dataran rendah sempit yang memiliki luas wilayah 10 ha yang semua wilayah merupakan pekarangan dengan ditumbuhi pohon kelapa, pohon pisang, pohon bamboo, ketapang, maoni, sengon, dll. Pedukuhan Temon terdiri dari KK dengan jumlah penduduk 254 orang terdiri atas perempuan 114 orang dan laki – laki 148 orang. Wilayah Pedukuhan Temon sebelah barat dibatasi sungai kecil yang mengalir jika hujan lebat. Sebelah utara dibatasi Pedukuhan Jogahan, sebelah Timur dibatasi jalan desa dan sebelah selatan berbatasan dengan Pedukuhan Kaliwangan. Sebagian warga masyarakat berprofesi sebagai petani 85 %, PNS/TNI/ POLRI 5 %. Pedukuhan Temon terdiri atas 2 RW dan 4 RT.

Mengapa disebut Pedukuhan Temon ?

Menurut cerita nenek moyang yang telah diwariskan dari generasi ke generasi, pada zaman dahulu di Pedukuhan Temon ada satu tempat dengan pekarangan luas ( ± 5.000 m2). Di tempat itu tumbuh tanaman yang lebat atau dapat dikatakan hutan yang lebat. Tidak ada seorangpun yang berani mendekat apalagi masuk lokasi pekarangan tersebut. Lokasi keramat ini oleh masyarakat dikenal dengan sebutan Bonglang. Disebut Bonglang karena ada seseorang penggembala kerbau yang tersesat, kerbaunya masuk ke semak-semak dan hilang. Dari kejadian “Kebo ilang” ( Bahasa Jawa ) maka tempat kejadian dinamakan Bonglang.

            Berita keangkeran lokasi tersebut menyebar dari mulut ke mulut dan sampailah berita tersebut ke para Wali sehingga beberapa wali bermaksud melihat dari dekat. Perjalanan para Wali dari kerajaan Demak memakan waktu berhari – hari dan akhirnya sampai di tempat tujuan. Mereka bermusyawarah dan bertapa di dekat lokasi tersebut. Para Wali sempat bermalam di lokasi yang dikeramatkan oleh banyak orang tersebut. Setelah dianggap selesai, para Wali meninggalkan lokasi dan pulang ke daerahnya masing – masing. Hasil musyawarah para Wali di tempat tersebut yang sampai sekarang masih dipakai yaitu membedakan nama Hari Pasaran. Untuk Temon ke Barat, Hari Pasarannya menggunakan hari Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu dan Minggu. Sedangkan untuk Temon ke arah Timur menggunakan Hari Pasaran Pon, Wage, Kliwon, Legi, Pahing.

            Sepeninggalan Para Wali, tetua/ tokoh masyarakat yang disetujui/ diakui oleh warga yang lain menamai kampong itu dengan nama “Temon”. Kurang lebih 100 tahun kemudian tidak jauh dari lokasi pertemuan Wali didiami oleh seorang Demang yaitu Demang Diporejo. Demang Diporejo mempunyai anak yaitu Demang Setrorejo. Demang Setrorejo mempunyai 3 orang anak yaitu Mangun Disastro, Rosinah dan Kinun. Kinun mempunyai 2 orang anak yaitu Bari/ Yanto Harsono dan Sumari. Yanto Harsono bertempat tinggal di dekat pekarangan dimana dulu para Wali mengadakan pertemuan.

            Tidak jauh dari lokasi penemuan 50 m ada bekas bangunan kuno yang besar berupa pondasi yang panjang. Letaknya di sebelah selatan rumah Bapak Bari Yanto Harsono memanjang ke barat. Demikian sekelumit kisah terjadinya Pedukuhan Temon yang menjadi cikal bakal Desa Temon Wetan.

 

Sejarah Pemerintah Desa Temon Wetan

            Pada zaman Belanda, Desa Temon Wetan berbentuk Kelurahan yang dipimpin oleh seorang Lurah yang membawahi 7 Pedukuhan yaitu :

  1. Pedukuhan Kaligondang
  2. Pedukuhan Gandri
  3. Pedukuhan Jogahan
  4. Pedukuhan Jatikontal
  5. Pedukuhan Kaliawen
  6. Pedukuhan Temon
  7. Pedukuhan Kaliwangan

Setiap Pedukuhan dipimpin oleh seorang Kepala Dukuh yang membawahi RT / RW yang dibantu oleh Bayan, Petengan, Kamituwa, Ili – Ili serta beberapa lembaga lainnya dan juga Jayabaya sebagai penanggung jawab keamanan. Mereka semua menjelaskan fungsinya masing – masing dengan baik. Sebagai imbalan, dari pelayanan mereka, masyarakat menyediakan lahan bengkok (sawah) untuk diberikan kepada mereka.

Akan tetapi, perkembangannya di era orde baru, Reformasi sampai saat ini banyak mengalami perubahan. Dari masa pertama adanya Temon Wetan telah mengalami beberapa pergantian Lurah Desa. Adapun beberapa nama Lurah / Kepala Desa yang dapat kami tulis adalah sebagai berikut :

  1. Martodidjojo ( 1900 – 1930 )
  2. Karto Sentono ( 1930 – 1947 )
  3. Tomodimedjo ( 1947 – 1948 )
  4. Djojoijono ( 1948 – 1976 )
  5. Suwandi Ciptodiharjo ( 1976 – 1977 )
  6. Samingin Krisnowohardi ( 1977 – 1995 )
  7. Lurah Susmadi ( 1995 – 1999 )
  8. Siti Marwiyatun ( 1999 – 2007 )
  9. Puji Purwaningsih ( 2007 – 2013 )
  10. Puji Purwaningsih ( 2013 – 2019 )

Komentar atas   Sejarah Desa

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Online Dan Konsultasi

Space Iklan Sponsor

Peta Desa

Google Maps

Aparatur Kalurahan

Carik Panata Laksana Sarta Pangripta Danarta Ulu-Ulu Jogobyo Kamituwa

Layanan Mandiri


Silakan datang atau hubungi operator Kalurahan untuk mendapatkan kode PIN anda.

Masukan NIK dan PIN

Sinergi Program

Proritas Dana Desa 2019

Info Media Sosial

Facebook

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

MUSIK

Live Straming TV

Souncloud