"SELAMAT  DATANG DI WEBSITE PEMERINTAH DESA TEMON WETAN"

Bagi penduduk usia 23 tahun keatas yang belum melakukan perekaman agar segera  melakukan perekaman KTP-el. Apabila sampai dengan 31 Desember 2018 belaum rekam KTP-el, data kependudukan yang bersangkutan akan dibekukan oleh pemerintah pusat.Resikonya, tidak bisa menikmati berbagai pelayanan publik seperti layanan BPJS, layanan kepolisian, layanan pertanahan dan pelayanan publik lainnya.

 

PERSYARATAN AKTA KEMATIAN

Rudi Sanjaya 12 Februari 2019 09:46:42 Panduan Layanan Desa

PERSYARATAN AKTA KEMATIAN

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2013 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan, maka pencatatan Peristiwa Kematian menggunakan asas domisili (tempat tinggal sesuai dengan KTP) yang meninggal dunia. 

Pelaporan  Kematian  pada  prinsipnya  dilakukan  oleh  ahli  warisnya  yang  meliputi : Suami/Isteri, Anak Kandung, Orang Tua Kandung, Adik/Kakak Kandung, Cucu, dan Cicit.      

Sedangkan  hubungan  keluarga  yang  lain (misalnya :  ipar,  menantu,  mertua, keponakan)  termasuk  dalam kategori orang lain.

Adapun persyaratan untuk mencatatkan Peristiwa Kematian  adalah sebagai berikut : 

  1. Mengisi Formulir Pelaporan Kematian;
  2. Asli Surat Keterangan Kematian dari Pemerintah Desa/Kelurahan;
  3. Foto  Copy  Akta  Kelahiran  yang dilegalisasi Dinas Dukcapil atau Asli Surat Keterangan Kelahiran dari Pemerintah  Desa/Kelurahan;
  4. Foto copy  Kartu  Keluarga  (KK)  yang dilegalisasi oleh Kecamatan/Dinas Dukcapil yang masih mencantumkan nama  yang meninggal dunia. 

Jika sudah tidak tercantum dalam KK diganti dengan Surat Keterangan Penduduk dari Pemerintah Desa / Kelurahan.

  1. Foto copy Kartu Keluarga (KK) ahli waris yang melaporkan atau yang memberi kuasa yang dilegalisasi oleh Kecamatan/Dinas Dukcapil.

 Jika di dalam KK tidak dapat merunut hubungan ahli waris diganti dengan Surat Pernyataan Ahli Waris.

  1. Apabila ahli waris tidak melaporkan sendiri dapat meminta bantuan orang lain dengan melampirkan Surat Kuasa bermaterai Rp. 6.000,-
  2. Foto Copy Kartu Tanda Penduduk (KTP) pelapor, pemberi kuasa (jika pelapor bukan ahli waris) dan 2 (dua) orang saksi yang dilegalisasi oleh Dinas Dukcapil/Kecamatan. 

Saksi-saksi harus satu Desa/Kelurahan dengan domisili yang meninggal dunia, berusia 21 tahun atau pernah menikah, cakap membaca dan menulis. 

Satu saksi maksimal memberikan kesaksian untuk 2 (dua) pemohon dalam setiap pengajuan.

  1. Khusus  untuk  yang  tidak  mempunyai  ahli  waris  ditambah  dengan  Surat  Keterangan  Tidak  Mempunyai Ahli Waris dari Pemerintah Desa/Kelurahan;

FORMULIR :

  1. Formulir Pelaporan Kematian;
  2. Surat Pernyataan Ahli Waris;
  3. Surat Kuasa;

 

http://dukcapil.kulonprogokab.go.id/v2/pages-akta-kematian.html

Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun)

Formulir Komentar (Komentar baru terbit setelah disetujui Admin)

Nama
Alamat e-mail
Komentar
  CAPTCHA Image [ Ganti gambar ]
  Isikan kode di gambar
 

Layanan Online Dan Konsultasi

Space Iklan Sponsor

Peta Desa

Google Maps

Aparatur Desa

Kaur Umum Aparatur Desa & Aset Kaur Perencanaan & Keuangan Kasi Pemerintahan Kasi Pembanguanan & Pemberdayaan Kasi Kemasyarakatan

Sinergi Program

Proritas Dana Desa 2019

Info Media Sosial

Facebook

Statistik Pengunjung

Hari ini
Kemarin
Jumlah pengunjung

MUSIK

Live Straming TV

Souncloud